Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan terjadi pada kita. Jadi, jika kita ingin mengubah hidup, kita perlu membentangkan pikiran kita.
Wayne Dyer, Penulis Buku Best Seller "Everyday Wisdom for Success"
Wednesday, March 14, 2007
Mulailah
Suatu pekerjaan yang paling tak kunjung bisa diselesaikan adalah pekerjaan yang tak kunjung pernah dimulai.
JRR Tolkien, penulis Novel The Lord of the Rings
JRR Tolkien, penulis Novel The Lord of the Rings
Monday, March 12, 2007
Takdir
nyomot dari www.seputar-indonesia.com
Takdir bukanlah soal kesempatan, namun soal pilihan. Takdir bukan sesuatu yang serta-merta kita tunggu, namun sesuatu yang harus kita raih.
Takdir bukanlah soal kesempatan, namun soal pilihan. Takdir bukan sesuatu yang serta-merta kita tunggu, namun sesuatu yang harus kita raih.
William Jennings Bryan, Politikus AS (1860–1923)
Thursday, March 08, 2007
Beri-Terima
nyomot dari www.seputar-indonesia.com
Aku mengetahui apa yang telah kuberikan padamu, namun aku tak mengetahui apa yang telah engkau terima dariku
-Antonio Porchia, Pujangga Italia (1886–1968)-
Aku mengetahui apa yang telah kuberikan padamu, namun aku tak mengetahui apa yang telah engkau terima dariku
-Antonio Porchia, Pujangga Italia (1886–1968)-
Wednesday, November 08, 2006
People Come Into Ur Life 4 a Reason
nyomot dari email fwd.
People come into your life for a reason, a season or a lifetime.
When you know which one it is, you will know what to do for that person.
When someone is in your life for a REASON, it is usually to meet a need you have expressed. They have come to assist you through a difficulty, to provide you with guidance and support, to aid you physically, emotionally or spiritually. They may seem like a godsend and they are. They are there for the reason you need them to be. Then, without any wrongdoing on your part or at an inconvenient time, this person will say or do something to bring the relationship to an end. Sometimes they die. Sometimes they walk away. Sometimes they act up and force you to take a stand. What we must realize is that our need has been met, our desire fulfilled, their work is done. The prayer you sent up has been answered and now it is time to move on.
Some people come into your life for a SEASON, because your turn has come to share, grow or learn. They bring you an experience of peace or make you laugh. They may teach you something you have never done. They usually give you an unbelievable amount of joy. Believe it, it is real. But only for a season.
LIFETIME relationships teach you lifetime lessons, things you must build upon in order to have a solid emotional foundation. Your job is to accept the lesson, love the person and put what you have learned to use in all other relationships and areas of your life. It is said that love is blind but friendship is clairvoyant.
People come into your life for a reason, a season or a lifetime.
When you know which one it is, you will know what to do for that person.
When someone is in your life for a REASON, it is usually to meet a need you have expressed. They have come to assist you through a difficulty, to provide you with guidance and support, to aid you physically, emotionally or spiritually. They may seem like a godsend and they are. They are there for the reason you need them to be. Then, without any wrongdoing on your part or at an inconvenient time, this person will say or do something to bring the relationship to an end. Sometimes they die. Sometimes they walk away. Sometimes they act up and force you to take a stand. What we must realize is that our need has been met, our desire fulfilled, their work is done. The prayer you sent up has been answered and now it is time to move on.
Some people come into your life for a SEASON, because your turn has come to share, grow or learn. They bring you an experience of peace or make you laugh. They may teach you something you have never done. They usually give you an unbelievable amount of joy. Believe it, it is real. But only for a season.
LIFETIME relationships teach you lifetime lessons, things you must build upon in order to have a solid emotional foundation. Your job is to accept the lesson, love the person and put what you have learned to use in all other relationships and areas of your life. It is said that love is blind but friendship is clairvoyant.
Monday, October 02, 2006
Berhenti mencintai
nyomot dari http://elangtersenyum.blogspot.com/2004/08/please-dont-cry.html
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Monday, September 25, 2006
Become Great
nyomot dari http://www.quoteland.com/author.asp?AUTHOR_ID=129
You already possess everything necessary to become great.
-American Indian Proverb, Crow-
You already possess everything necessary to become great.
-American Indian Proverb, Crow-
Judge
nyomot dari http://www.quoteland.com/author.asp?AUTHOR_ID=129
Do not judge your neighbor until you walk two moons in his moccasins.
-American Indian Proverb, Cheyenne-
Do not judge your neighbor until you walk two moons in his moccasins.
-American Indian Proverb, Cheyenne-
Thursday, September 14, 2006
Feel
nyomot dari http://feeds.feedburner.com/HappyWednesday
"I've learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel."
~Maya Angelou~
"I've learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel."
~Maya Angelou~
Forgive n Forget
nyomot dari http://feeds.feedburner.com/HappyWednesday
"To forgive is to set a prisoner free and discover the prisoner was YOU!"
~Unknown~
Today's Tip...
When someone has hurt or disappointed you with their words or actions, it can be very difficult to forgive and forget. Yet when thinking about it, if you don't forgive or forget, who are you really hurting? Who is really the prisoner?
YOU ARE!
"To forgive is to set a prisoner free and discover the prisoner was YOU!"
~Unknown~
Today's Tip...
When someone has hurt or disappointed you with their words or actions, it can be very difficult to forgive and forget. Yet when thinking about it, if you don't forgive or forget, who are you really hurting? Who is really the prisoner?
YOU ARE!
To Do
Zig Ziglar
nyomott dari http://www.inspiredtoreality.com/2006/05/17/letter-to-mend-broken-heart/
If you do the things you need to do
when you need to do them,
then someday
you can do the things
you want to do
when you want to do them.
nyomott dari http://www.inspiredtoreality.com/2006/05/17/letter-to-mend-broken-heart/
If you do the things you need to do
when you need to do them,
then someday
you can do the things
you want to do
when you want to do them.
Happiness
-Mahatma Gandhi-
nyomot dari http://www.inspiredtoreality.com/2006/07/31/who-are-you/#more-69
Happiness is when
what you think,
what you say, and
what you do are in harmony.
nyomot dari http://www.inspiredtoreality.com/2006/07/31/who-are-you/#more-69
Happiness is when
what you think,
what you say, and
what you do are in harmony.
Monday, August 07, 2006
Janji
nyomot dari "Roesdan" ; resonansi@yahoogroups.com
Date: Fri, 4 Aug 2006 08:38:24 +0700
Subject: [resonansi] Janji
Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, "berapa lama lagi kamu baca Koran itu? Tolong kamu ke sini Dan Bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan."
Aku taruh Koran Dan melihat anak perempuanku satu2nya,namanya Sindu tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya Ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis Dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu Dan istriku masih kuno mereka percaya sekali kalau makan curd rice Ada "cooling effect".
Aku mengambil mangkok Dan berkata, "Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah."
Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda Dan IA menghapus air Mata dengan tangannya Dan berkata, "boleh ayah akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta..." agak ragu2 sejenak... "...akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan Ku?"
Aku menjawab, "Oh pasti sayang".
Sindu tanya sekali lagi, "betul ayah?"
"Yah pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan Dan lembut sebagai tanda setuju.
Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama,istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "janji" kata istriku. Aku sedikit khawatir Dan berkata: "Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang Mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang." Sindu menjawab, "jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 Mahal kok."
Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan Dan kelihatannya sangat menderita dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri Dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya dia mendekatiku dengan Mata penuh harap Dan semua perhatian (aku ,istriku Dan juga ibuku) tertuju kepadanya.
Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada Hari Minggu.
Istriku spontan berkata, "permintaan Gila, anak perempuan dibotakin,tidak mungkin!" Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga Kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan Kita. Aku coba membujuk: "Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak." Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "tidak Ada 'yah, tak Ada keinginan lain," kata Sindu.
Aku coba memohon kepada Sindu, "tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami."
Sindu dengan menangis berkata, "ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu Dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa Kita harus memenuhi janji Kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala ) untuk memenuhi janjinya raja real memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri."
Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "janji Kita harus ditepati." Secara serentak istri Dan ibuku berkata, "apakah aku sudah Gila?"
"Tidak," jawabku, "kalau Kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri."
"Sindu permintaanmu akan kami penuhi."
Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar Dan matanya besar Dan bagus. Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya Dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari Mobil sambil berteriak, "Sindu tolong tunggu saya." yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak aku berpikir mungkin "botak" model jaman sekarang.
Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari Mobil Dan berkata, "anak anda,Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia." Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai melelh dipipinya " bulan lalu Harish tidak masuk sekolah,karena chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah Dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi.
Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan Dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia."
Aku berdiri terpaku Dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih.
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
Date: Fri, 4 Aug 2006 08:38:24 +0700
Subject: [resonansi] Janji
Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, "berapa lama lagi kamu baca Koran itu? Tolong kamu ke sini Dan Bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan."
Aku taruh Koran Dan melihat anak perempuanku satu2nya,namanya Sindu tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya Ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis Dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu Dan istriku masih kuno mereka percaya sekali kalau makan curd rice Ada "cooling effect".
Aku mengambil mangkok Dan berkata, "Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah."
Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda Dan IA menghapus air Mata dengan tangannya Dan berkata, "boleh ayah akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta..." agak ragu2 sejenak... "...akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan Ku?"
Aku menjawab, "Oh pasti sayang".
Sindu tanya sekali lagi, "betul ayah?"
"Yah pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan Dan lembut sebagai tanda setuju.
Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama,istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "janji" kata istriku. Aku sedikit khawatir Dan berkata: "Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang Mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang." Sindu menjawab, "jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 Mahal kok."
Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan Dan kelihatannya sangat menderita dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri Dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya dia mendekatiku dengan Mata penuh harap Dan semua perhatian (aku ,istriku Dan juga ibuku) tertuju kepadanya.
Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada Hari Minggu.
Istriku spontan berkata, "permintaan Gila, anak perempuan dibotakin,tidak mungkin!" Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga Kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan Kita. Aku coba membujuk: "Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak." Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "tidak Ada 'yah, tak Ada keinginan lain," kata Sindu.
Aku coba memohon kepada Sindu, "tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami."
Sindu dengan menangis berkata, "ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu Dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa Kita harus memenuhi janji Kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala ) untuk memenuhi janjinya raja real memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri."
Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "janji Kita harus ditepati." Secara serentak istri Dan ibuku berkata, "apakah aku sudah Gila?"
"Tidak," jawabku, "kalau Kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri."
"Sindu permintaanmu akan kami penuhi."
Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar Dan matanya besar Dan bagus. Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya Dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari Mobil sambil berteriak, "Sindu tolong tunggu saya." yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak aku berpikir mungkin "botak" model jaman sekarang.
Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari Mobil Dan berkata, "anak anda,Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia." Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai melelh dipipinya " bulan lalu Harish tidak masuk sekolah,karena chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah Dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi.
Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan Dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia."
Aku berdiri terpaku Dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih.
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
Tuesday, July 25, 2006
Kita
nyomot dari undangan nikah temen
Kita adalah malaikat
bersayap satu
dan hanya akan bisa terbang
jika kita saling berpelukan
Kita adalah malaikat
bersayap satu
dan hanya akan bisa terbang
jika kita saling berpelukan
Tuesday, June 27, 2006
Define
Author: ~ Wayne Dyer ~
nyomot dari http://www.angelfire.com/md/elanmichaels/quotations3.html
When you judge another,
you do not define them,
you define yourself.
nyomot dari http://www.angelfire.com/md/elanmichaels/quotations3.html
When you judge another,
you do not define them,
you define yourself.
Sstttt
Author: ~ Jim Rohn ~
nyomot dari http://www.angelfire.com/md/elanmichaels/quotations3.html
The more you know the less you need to say.
nyomot dari http://www.angelfire.com/md/elanmichaels/quotations3.html
The more you know the less you need to say.
Each Day
Author: ~ Paulo Coelho ~
nyomot dari http://www.angelfire.com/md/elanmichaels/quotations.html
You can become blind
by seeing each day as a similar one.
Each day is a different one,
each day brings a miracle of its own.
It's just a matter of
paying attention to this miracle.
nyomot dari http://www.angelfire.com/md/elanmichaels/quotations.html
You can become blind
by seeing each day as a similar one.
Each day is a different one,
each day brings a miracle of its own.
It's just a matter of
paying attention to this miracle.
Greater Happiness
Author: ~ Kitaro Nishida~
nyomott dari http://www.angelfire.com/md/elanmichaels/quotations.html
If my heart can become pure and simple,
like that of a child,
I think there probably can be
no greater happiness than this.
nyomott dari http://www.angelfire.com/md/elanmichaels/quotations.html
If my heart can become pure and simple,
like that of a child,
I think there probably can be
no greater happiness than this.
That's Not My Job
by: Author Unknown, Source Unknown
nyomot dari http://www.inspirationalstories.com/1/111.html
This's a story about four people: Everybody, Somebody, Anybody and Nobody.
There was an important job to be done and Everybody was sure that Somebody would do it. Anybody could have done it but Nobody did it. Somebody got angry about that, because it was Everybody's job. Everybody thought Anybody could do it but Nobody realised that Everybody wouldn't do it.
It ended up that Everybody blamed Somebody when Nobody did what Anybody have done.
nyomot dari http://www.inspirationalstories.com/1/111.html
This's a story about four people: Everybody, Somebody, Anybody and Nobody.
There was an important job to be done and Everybody was sure that Somebody would do it. Anybody could have done it but Nobody did it. Somebody got angry about that, because it was Everybody's job. Everybody thought Anybody could do it but Nobody realised that Everybody wouldn't do it.
It ended up that Everybody blamed Somebody when Nobody did what Anybody have done.
Spouse from God
by: Author Unknown, Source Unknown
nyomot dari http://www.inspirationalstories.com/11/1137.html
Years ago, I asked God to give me a spouse, "You don't own because you didn't ask" God said. Not only I asked for a spouse but also explained what kind of spouse I wanted. I want a nice, tender, forgiving, passionate, honest, peaceful, generous, understanding, pleasant, warm, intelligent, humorous, attentive, compassionate and truthful. I even mentioned the physical characteristics I dreamt about.
As time went by I added the required list of my wanted spouse. One night, in my prayer, God talked to my heart: "My servant, I cannot give you what you want."
I asked, "Why God?" and God said "Because I am God and I am fair. God is the truth and all I do are true and right."
I asked "God, I don't understand why I cannot have what I ask from you?"
God answered, "I will explain. It is not fair and right for Me to fulfill your demand because I cannot give something that is not your ownself. It is not fair to give someone who is full of love to you if sometimes you are still hostile, or to give you someone generous but sometimes you can be cruel, or someone forgiving; however, you still hide revenge, someone sensitive;however, you are very insensitive...."
He then said to me: "It is better for Me to give you someone who I know could grow to have all qualities you are searching rather than to make you waste your time to find someone who already have the qualities you want. Your spouse would be bone from your bone and flesh from your flesh and you will see yourself in her and both of you will be one. Marriage is like a school. It is a life-long span education. It is where you and your partner make adjustment and aim not merely to please each other,but to be better human beings and to make a solid teamwork. I do not give you a perfect partner, because you are not perfect either. I give you a partner with whom you would grow together"
This is for all: the recently married, the ones who have been married, the soon to get married,and the ones who are still looking.
nyomot dari http://www.inspirationalstories.com/11/1137.html
Years ago, I asked God to give me a spouse, "You don't own because you didn't ask" God said. Not only I asked for a spouse but also explained what kind of spouse I wanted. I want a nice, tender, forgiving, passionate, honest, peaceful, generous, understanding, pleasant, warm, intelligent, humorous, attentive, compassionate and truthful. I even mentioned the physical characteristics I dreamt about.
As time went by I added the required list of my wanted spouse. One night, in my prayer, God talked to my heart: "My servant, I cannot give you what you want."
I asked, "Why God?" and God said "Because I am God and I am fair. God is the truth and all I do are true and right."
I asked "God, I don't understand why I cannot have what I ask from you?"
God answered, "I will explain. It is not fair and right for Me to fulfill your demand because I cannot give something that is not your ownself. It is not fair to give someone who is full of love to you if sometimes you are still hostile, or to give you someone generous but sometimes you can be cruel, or someone forgiving; however, you still hide revenge, someone sensitive;however, you are very insensitive...."
He then said to me: "It is better for Me to give you someone who I know could grow to have all qualities you are searching rather than to make you waste your time to find someone who already have the qualities you want. Your spouse would be bone from your bone and flesh from your flesh and you will see yourself in her and both of you will be one. Marriage is like a school. It is a life-long span education. It is where you and your partner make adjustment and aim not merely to please each other,but to be better human beings and to make a solid teamwork. I do not give you a perfect partner, because you are not perfect either. I give you a partner with whom you would grow together"
This is for all: the recently married, the ones who have been married, the soon to get married,and the ones who are still looking.
Subscribe to:
Posts (Atom)